Lama aku menggunakan PDA ini. Secara umum aku puas namun masih ada beberapa hal yang aku penasaran. Yang pertama aku selalu kesulitan menggunakan fasilitas bluetoothnya dan yang ke dua adalah fasilitas mmsnya. Pada yang pertama aku kesulitan mengoneksikannya dengan handset yang lain sehingga kadang transfer file antar handset gagal. Aku hanya berhasil ketika mengoneksikan handset dengan GPS bluetooth. Pada yang ke dua aku selalu gagal mengirim mms ke nomor lain. Aku sering mendapatkan mms dan dapat dibuka dengan baik namun untuk membalasnya aku mengalami kegagalan. Pagi ini aku lama browser di depan komputer untuk merekayasa settingnya tetapi contoh untuk handset itu tidak aku temukan.
Pagi ini aku agak santai. Setelah bangun dan salat aku tiduran lagi. Aku sarapan dengan oatmeal buatan nyonya. Siangnya aku isi dengan menata isi lemari file. Ternyata banyak juga file yang harus dibenahi. Yang lama mesti masuk ke amplop sedang yang baru mesti ditata dengan baik. Sore hari Pak Ktut, isteri dan anaknya datang ke rumah untuk silaturahmi. Mereka menyampaikan oleh oleh yang dibawa dari Bali oleh Pak Ktut. Sejak semalam Rahutama tidak pulang. Dia sedang berkutat dengan tugasnya. Malam malam dia pulang.
Lanjutannya...
Minggu, 07 Juni 2009
Sabtu, 06 Juni 2009
Provider 3
Salah satu buah hasil dari reformasi adalah hadirnya banyak operator telefon seluler di Indonesia baik yang berjalu GSM maupun CDMA. Satu operator GSM yang baru muncul adalah 3 (three) dari Hutchison. Banyak fitur menarik ditawarkan maka hari ini aku mulai berlangganan.
Aku bangun pagi terlambat karena tidurku begitu nyenyak. Sarapanku adalah bubur oatmeal dengan sayur jantung. Agak siang aku keluar membeli kartu perdana 3. Harganya Rp18.000. Aku membeli voucher isi ulangnya Rp50.000.
Petang setelah magrib aku mengantar nyonya belanja di Carrefour DP Mall. Aku beli 2 keping DVD film. Aku merasa kelaparan sehingga begitu sampai rumah langsung makan. Agak kebanyakan semoga tak merusak dietku. Lanjutannya...
Aku bangun pagi terlambat karena tidurku begitu nyenyak. Sarapanku adalah bubur oatmeal dengan sayur jantung. Agak siang aku keluar membeli kartu perdana 3. Harganya Rp18.000. Aku membeli voucher isi ulangnya Rp50.000.
Petang setelah magrib aku mengantar nyonya belanja di Carrefour DP Mall. Aku beli 2 keping DVD film. Aku merasa kelaparan sehingga begitu sampai rumah langsung makan. Agak kebanyakan semoga tak merusak dietku. Lanjutannya...
Jumat, 05 Juni 2009
Masjid Al Arif
Inilah masjid di Kutoarjo yang terletak berdekatan dengan kantor. Masjid ini berbentuk semacam pendopo dengan tiang kayu di 4 sisinya. Rasanya baru sekali aku menemui masjid yang berbentuk pendopo, tanpa tembok. Dengan begitu angin bebas berkeliaran sehingga tidak sumuk. Arah bangunan dengan menganggap mihrab sebagai kepalanya ternyata tidak tepat menghadap kiblat. Karena itu baris jemaah saat salat terlihat melenceng dengan orientasi masjid. Di masjid ini aku biasa menunaikan ibadah salat jumat demikian pada siang ini.
Semalam aku tak dapat tidur dengan nyenyak mungkin karena pengaruh kopi spesial Banaran Cafe. Pukul 03.15 aku terbangun dan tak dapat tidur lagi. Aku tetap menjalankan ritual pagi yaitu salat subuh dan jalan kaki sampai pasar. Di kantor aku ikut apel dengan pakaian senam namun ternyata tidak ada senam. Teman teman terlalu sibuk dengan urusan melengkapi SPJ. Aku dapat sarapan di kantor yaitu nasi kluban dengan ikan asin. Saat aku pulang aku makan dengan bubur oatmeal dan sayur terong. Setelah salat jumat aku ke kantor lagi menemani teman teman yang sedang menyelesaikan SPJ. Aku dapat mendapat jatah makan siang berupa nasi padang.
Sehabis magrib aku ke kantor. Pak Djumadi mengatakan teman teman sudah letih sehingga ketelitian mereka menurun. Mereka bermaksud pulang dan aku mengiyakannya. Aku kemudian pulang ke Semarang. Kulihat arlojiku 18.30 ketika berangkat. Penggal jalan Magelang Bawen cukup padat oleh truk pengangkut pasir. Aku berhenti di SPBU Srondol untuk isi BBM Pertamax. Aku isi 16 liter Rp100.000. Aku sampai di rumah 21.30. Lanjutannya...
Semalam aku tak dapat tidur dengan nyenyak mungkin karena pengaruh kopi spesial Banaran Cafe. Pukul 03.15 aku terbangun dan tak dapat tidur lagi. Aku tetap menjalankan ritual pagi yaitu salat subuh dan jalan kaki sampai pasar. Di kantor aku ikut apel dengan pakaian senam namun ternyata tidak ada senam. Teman teman terlalu sibuk dengan urusan melengkapi SPJ. Aku dapat sarapan di kantor yaitu nasi kluban dengan ikan asin. Saat aku pulang aku makan dengan bubur oatmeal dan sayur terong. Setelah salat jumat aku ke kantor lagi menemani teman teman yang sedang menyelesaikan SPJ. Aku dapat mendapat jatah makan siang berupa nasi padang.
Sehabis magrib aku ke kantor. Pak Djumadi mengatakan teman teman sudah letih sehingga ketelitian mereka menurun. Mereka bermaksud pulang dan aku mengiyakannya. Aku kemudian pulang ke Semarang. Kulihat arlojiku 18.30 ketika berangkat. Penggal jalan Magelang Bawen cukup padat oleh truk pengangkut pasir. Aku berhenti di SPBU Srondol untuk isi BBM Pertamax. Aku isi 16 liter Rp100.000. Aku sampai di rumah 21.30. Lanjutannya...
Kamis, 04 Juni 2009
Samsat
Itu merupakan akronim dari Satuan Administrasi Satu Atap yang menunjuk pada sebuah kantor dengan banyak instansi bergabung di sana. Kantor tersebut adalah kantor pelayanan pajak kendaraan bermotor tempat instansi kepolisian (unit lalu lintas), pemerintah provinsi (unit pendapatan daerah) dan perusahaan asuransi kecelakaan ditunjuk (PT Jasa Raharja). Di kantor itu dilayani pembayaran pajak, mutasi kendaraan, ganti nomor kendaraan, dsb. Dulu kantor Samsat adalah kantor yang kumuh tempat memberikan pelayanan dengan ruwet sehingga memberi kesempatan banyak calo/ penyedia jasa beroperasi. Sekarang ini kantor itu telah berubah menjadi kantor yang bersih dan nyaman dengan pelayanan yang cepat. Pagi ini aku dengan nyonya membayar pajak kendaraan Avanza di kantor Samsat Semarang Barat. Penampilan kantornya sudah seperti kantor bank, di dalamnya adem tanpa asap rokok. Calo masih ada namun ketika kita dapat pelayanan dengan nyaman dan cepat, rasanya calo sudah tidak diperlukan lagi.
Pagi ini aku bangun kesiangan. Tidurku begitu nyenyak karena hujan semalam. Ketika bangun nyonya segera menyediakan bubur oatmeal untuk sarapan. Campuran kismis habis sehingga bubur itu aku makan dengan oseng sawi. Selanjutnya kami bersiap siap ke luar untuk mengurus banyak hal. Urusan pertama yang kami kerjakan adalah mengurus pembayaran pajak kendaraan Avanza di Samsat Semarang Barat di Jalan Hanoman. Urusan ke 2 ialah ke Bank Mandiri Pemuda untuk mencoba kartu ATM Mandiri milik nyonya dan berhasil. Urusan selanjutnya adalah menutup secara resmi keanggotaan kartu VISA Mandiri - IAITB karena kerjasamanya telah selesai di Mandiri Card Center Jalan Ahmad Yani 181. Sedang urusan terakhir adalah membeli material bangunan di Kawasan Bubakan. Udara begitu panas sehingga aku rasanya ingin segera pulang. Kami sampai di rumah ketika dhuhur.
Setelah makan nyonya ke Bubakan lagi sedang aku berkemas dan tidur. Tidur yang singkat karena terganggu oleh telpon dari nyonya. Pukul 16.30 aku ke Kutoarjo mengendarai sendiri Avanza. Hujan turun dengan deras namun sampai di SPBU Gajahmungkur tak hujan sama sekali. Aku mengambil uang di ATM nya. Aku berhenti lagi di SPBU Jatijajar Bergas untuk mengisi BBM Pertamax. Harganya Rp6.250 per liter. Aku isi 16 liter sehingga mesti bayar Rp100.000. Harga premium masih Rp4.500 per liter. Aku berhenti lagi di Banaran Cafe Bedono untuk istirahat dan minum kopi. Mesin kopinya sedang rusak sehingga expresso dan black coffee tak dapat dibuat. Aku pesan coffee special dan aneka gorengan. Di perjalanan Pak Eman Sulaiman menelpon bahwa ada harapan untuk PNS Provinsi menjadi pejabat fungsional. Aku sampai di kantor pukul 20.30 dan langsung mengantor. Di kantor ada Pak Sarijan dan Pak Joko Saptono. Lanjutannya...
Pagi ini aku bangun kesiangan. Tidurku begitu nyenyak karena hujan semalam. Ketika bangun nyonya segera menyediakan bubur oatmeal untuk sarapan. Campuran kismis habis sehingga bubur itu aku makan dengan oseng sawi. Selanjutnya kami bersiap siap ke luar untuk mengurus banyak hal. Urusan pertama yang kami kerjakan adalah mengurus pembayaran pajak kendaraan Avanza di Samsat Semarang Barat di Jalan Hanoman. Urusan ke 2 ialah ke Bank Mandiri Pemuda untuk mencoba kartu ATM Mandiri milik nyonya dan berhasil. Urusan selanjutnya adalah menutup secara resmi keanggotaan kartu VISA Mandiri - IAITB karena kerjasamanya telah selesai di Mandiri Card Center Jalan Ahmad Yani 181. Sedang urusan terakhir adalah membeli material bangunan di Kawasan Bubakan. Udara begitu panas sehingga aku rasanya ingin segera pulang. Kami sampai di rumah ketika dhuhur.
Setelah makan nyonya ke Bubakan lagi sedang aku berkemas dan tidur. Tidur yang singkat karena terganggu oleh telpon dari nyonya. Pukul 16.30 aku ke Kutoarjo mengendarai sendiri Avanza. Hujan turun dengan deras namun sampai di SPBU Gajahmungkur tak hujan sama sekali. Aku mengambil uang di ATM nya. Aku berhenti lagi di SPBU Jatijajar Bergas untuk mengisi BBM Pertamax. Harganya Rp6.250 per liter. Aku isi 16 liter sehingga mesti bayar Rp100.000. Harga premium masih Rp4.500 per liter. Aku berhenti lagi di Banaran Cafe Bedono untuk istirahat dan minum kopi. Mesin kopinya sedang rusak sehingga expresso dan black coffee tak dapat dibuat. Aku pesan coffee special dan aneka gorengan. Di perjalanan Pak Eman Sulaiman menelpon bahwa ada harapan untuk PNS Provinsi menjadi pejabat fungsional. Aku sampai di kantor pukul 20.30 dan langsung mengantor. Di kantor ada Pak Sarijan dan Pak Joko Saptono. Lanjutannya...
Rabu, 03 Juni 2009
Softdrink
Ini adalah minuman yang biasanya berkarbonasi dengan rasa khas. Saat ini softdrink dikuasai oleh perusahaan Amerika yaitu Coca Cola yang menguasai merk Coca Cola, Sprite dan Fanta sedang yang lain adalah Pepsi Cola yang menguasai Pepsi Cola, 7 Up dan Miranda. Perusahaan yang pertama tampaknya lebih menguasai Indonesia karena lebih gampang diperoleh tinimbang yang kedua. Minuman itu juga yang ada di bagasi mobil dinas sebagai bekal pagi ini.
Pagi ini aku bangun gasik lalu salat dan kemudian jalan jalan. Pak Acep telah siap di kantor. Aku katakan bahwa aku akan jalan pagi lebih dulu. Aku ikut apel di kantor sebelum ke Semarang. Aku dan Pak Acep berangkat 07.40. Kami berhenti di Warung Bu Atmo untuk sarapan. Kami berhenti lagi di SPBU Secang untuk isi BBM. Kami sampai di kantor Dinas PSDA pukul 11.10.
Ternyata Pak Hidayat keluar kota. Aku menemui Bu Kus untuk konsultasi administrasi tAgihan. Lalu konsultasi ke Pak Agus Surawan tentang penggunaan SPPD. Sekitar pukul 13.00 aku didrop di rumah. Di rumah sedang banyak pekerja memperbaiki rumah. Lanjutannya...
Pagi ini aku bangun gasik lalu salat dan kemudian jalan jalan. Pak Acep telah siap di kantor. Aku katakan bahwa aku akan jalan pagi lebih dulu. Aku ikut apel di kantor sebelum ke Semarang. Aku dan Pak Acep berangkat 07.40. Kami berhenti di Warung Bu Atmo untuk sarapan. Kami berhenti lagi di SPBU Secang untuk isi BBM. Kami sampai di kantor Dinas PSDA pukul 11.10.
Ternyata Pak Hidayat keluar kota. Aku menemui Bu Kus untuk konsultasi administrasi tAgihan. Lalu konsultasi ke Pak Agus Surawan tentang penggunaan SPPD. Sekitar pukul 13.00 aku didrop di rumah. Di rumah sedang banyak pekerja memperbaiki rumah. Lanjutannya...
Selasa, 02 Juni 2009
Malingsia
Itu istilah yang mengandung kebencian yang akhir akhir ini sering terdengar. Istilah itu menunjuk negara tetangga dan bangsa serumpun yang dalam persepsi masyarakat Indonesia sering melakukan pencurian. Pencurian yang dianggap pernah dilakukan adalah pencurian lagu asli Indonesia untuk lagu kebangsaan mereka, pencurian identitas kebangsaan seperti reog, batik dan wayang sebagai kebudayaan asli mereka, pencurian 2 pulau terluar yang dilakukan dengan mengeksplotasi secara diam diam. Sekarang ini berita di media massa sedang ramai dengan upaya pencurian wilayah di lepas pantai Kalimantan Timur dan pencurian kemerdekaan seorang warganegara mantan model cantik Indonesia. Di media massa tidak muncul istilah itu namun di internet yang yang aku akses hari ini (facebook, milis dan blog) ramai dibicarakan.
Aku terbangun pada pukul 03.30 rasanya tidurku sudah cukup puas. Aku bermalasan sampai kemudian keluar dari tempat tidur pukul 05.00 untuk salat subuh. Selanjutnya, aku bergegas untuk jalan pagi. Jalan sudah mulai mengering namun bekas kebasahan masih tampak. Sarapanku pagi ini adalah nasi, oseng terong dan telur rebus. Aku siap di kantor on time tetapi tidak ikut apel. Di ruang kerjaku aku membereskan mejaku yang tampak massy. Sampai pukul 09.30 aku ajak pejabat eselon IV untuk rapat. Pukul 10.00 aku mengikuti prebid meeting untuk kegiatan pemeliharaan TP-OP Irigasi. Selanjutnya, aku banyak di ruangku. Aku pulang ke rumah saat makan siang dan salat dhuhur. Sore aku pulang dari kantor pukul 17.00. Lanjutannya...
Aku terbangun pada pukul 03.30 rasanya tidurku sudah cukup puas. Aku bermalasan sampai kemudian keluar dari tempat tidur pukul 05.00 untuk salat subuh. Selanjutnya, aku bergegas untuk jalan pagi. Jalan sudah mulai mengering namun bekas kebasahan masih tampak. Sarapanku pagi ini adalah nasi, oseng terong dan telur rebus. Aku siap di kantor on time tetapi tidak ikut apel. Di ruang kerjaku aku membereskan mejaku yang tampak massy. Sampai pukul 09.30 aku ajak pejabat eselon IV untuk rapat. Pukul 10.00 aku mengikuti prebid meeting untuk kegiatan pemeliharaan TP-OP Irigasi. Selanjutnya, aku banyak di ruangku. Aku pulang ke rumah saat makan siang dan salat dhuhur. Sore aku pulang dari kantor pukul 17.00. Lanjutannya...
Senin, 01 Juni 2009
Warung Sinem
Itu adalah nama warung di Desa Begajah Sukoharjo di tepi jalan provinsi Sukoharjo - Wonogiri. Warung ini menjual makanan spesifik yaitu pecel bongko, yaitu pecel yang diberi bongko, terpisah namun dalam satu porsi. Saat aku bertugas di Surakarta aku sering makan siang di sini namun tanpa bongko. Menurutku pecelnya sangat enak walaupun sayurannya tidak bervariasi. Menu kesukaanku adalah nasi pecel dengan lauk tempe goreng tepung. Siang ini aku mampir disini dan menikmati lagi pecel bongko dengan tempe goreng tepung.
Aku bangun sebelum subuh dan siap siap. Sekitar pukul 05.15 aku berangkat ke Wonogiri diantar sopir Pak Acep. Perjalan cukup cepat sehingga pada sejam lebih kami sudah masuk Kota Jogja. Kami bermaksud sarapan namun tenyata mendapat kemacetan. Sebelum pukul 08.00 kami dapat sarapan di RM (Padang) Murah Meriah di Jalan Wonosari. Kami lalu meneruskan jalan lewat Wonosari melalui jalan nasional. Tinimbang jalur Sudirman jalan nasional ini lebih panjang. Pukul 09.00 lebih kami sampai Pracimantoro dan pukul 09.55 kami tiba di lokasi Peringatan Hari Air Dunia ke 17 tingkat Jawa Tengah di 'Desa Mandiri Energi' Desa Tawangharjo Giriwoyo Kab Wonogiri.
Peringatan ini dihadiri oleh Menneg Lingkungan Hidup, Dirjen SDA, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Wonogiri serta para pemangku kepentingan di bidang SDA dan Lingkungan Hidup. Ada kurang lebih 1.000 orang hadir dalam acara ini. Acara ini diisi dengan sambutan kesenian tari, sambutan oleh para pejabat (Bupati, Gubernur dan Menteri), penyerahan hadiah lomba, penyerahan sarpras konservasi, temu wicara dan pameran. Cuaca cukup panas dan lembab. Aku sempat ngobrol dengan Dirjen SDA yang pernah sama sama bertugas di Provinsi Riau pada tahun 1990an. Selesai acara pukul 13.00 aku dan Pak Acep bergegas pulang.
Kami pulang melalui jalur Kota Solo. Kami berhenti di Wonogiri untuk beli minuman karena haus. Lalu berhenti di Warung Pecel Sinem untuk makan siang. Kemudian di Maguwo untuk isi BBM. Pada pukul 18.20 kami tiba di rumah. Kutoarjo terlihat baru mengalami hujan deras. Lanjutannya...
Aku bangun sebelum subuh dan siap siap. Sekitar pukul 05.15 aku berangkat ke Wonogiri diantar sopir Pak Acep. Perjalan cukup cepat sehingga pada sejam lebih kami sudah masuk Kota Jogja. Kami bermaksud sarapan namun tenyata mendapat kemacetan. Sebelum pukul 08.00 kami dapat sarapan di RM (Padang) Murah Meriah di Jalan Wonosari. Kami lalu meneruskan jalan lewat Wonosari melalui jalan nasional. Tinimbang jalur Sudirman jalan nasional ini lebih panjang. Pukul 09.00 lebih kami sampai Pracimantoro dan pukul 09.55 kami tiba di lokasi Peringatan Hari Air Dunia ke 17 tingkat Jawa Tengah di 'Desa Mandiri Energi' Desa Tawangharjo Giriwoyo Kab Wonogiri.
Peringatan ini dihadiri oleh Menneg Lingkungan Hidup, Dirjen SDA, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Wonogiri serta para pemangku kepentingan di bidang SDA dan Lingkungan Hidup. Ada kurang lebih 1.000 orang hadir dalam acara ini. Acara ini diisi dengan sambutan kesenian tari, sambutan oleh para pejabat (Bupati, Gubernur dan Menteri), penyerahan hadiah lomba, penyerahan sarpras konservasi, temu wicara dan pameran. Cuaca cukup panas dan lembab. Aku sempat ngobrol dengan Dirjen SDA yang pernah sama sama bertugas di Provinsi Riau pada tahun 1990an. Selesai acara pukul 13.00 aku dan Pak Acep bergegas pulang.
Kami pulang melalui jalur Kota Solo. Kami berhenti di Wonogiri untuk beli minuman karena haus. Lalu berhenti di Warung Pecel Sinem untuk makan siang. Kemudian di Maguwo untuk isi BBM. Pada pukul 18.20 kami tiba di rumah. Kutoarjo terlihat baru mengalami hujan deras. Lanjutannya...
Langganan:
Postingan (Atom)